Kondisi Terakhir Habibana Munzir bin Fuad Al Musawa

Berikut Tulisan yang ditulis sendiri oleh habibana Munzir bin Fuad Al Musawa :


Malam kamis yg menakutkan…
Dinihari pk 4 pagi kamis 7 januari 2009 bertepatan dg 21 Muharram,  aku tersentak kaget dg sakit kepala yg sangat dahsyat, penyakit ini kambuh lagi, ia kembali menyiksa, aku bangun berusaha pelahan lahan dg limbung berwudhu dan witir, lalu berdzikir sambil merintih pedih..
Aku berada di puncak cisarua, dihadapanku tempat menginap guru mulia.., karena sakit yg luar biasa hampir saja aku melakukan shalat subuh dan meninggalkan puncak menuju Jakarta, mungkin langsung keruang
opname rscm.

Namun kutahan, wahai pendosa, hadir dulu shalat subuh bermakmum pada Imam agung, baru tinggalkan lokasi, namun setelah subuh kupandang wajah luhur itu, tak mampu aku meninggalkan wajah mulia ini, kubiarkan sakit yg membuat tubuhku bergetar dg airmata terus mengalir menahan sakit..
Selesai beliau menyampaikan syarah dan shalat isyraq, langsung aku menuju mobil dan meninggalkan puncak menuju kediaman, rebah, berbutir butir obat penahan sakit tak bisa meredam sakit malah semakin parah..
Jumat pagi aku masih rebah tak berdaya, sakit tak kunjung hilang, guru mulia akan meninggalkan Jakarta sore ini, lalu bagaimana dg nasibku…, nasibku adalah menuju rscm mungkin menanti ajal disana, atau kembali menghadapi jarum suntik yg dihujamkan kekepala dg 4 atau 5 suntikan..
Anakku Muhammad, bocah kecil itu datang menghadap guru mulia, seraya berkata : Abuya maridh.. (ayahku sakit) sambil menyodorkan air kepada beliau yg sudah di kediaman hb muhsin sebelah rumah kediamanku..
Guru mulia mendoakan sesaat dan memberikan air pada bocah itu…
Muhammad datang berlari, abuya ini air doa dari habibana Umar..
Aku meneguknya sedikit, kurasa sejuk seluruh tubuhku..
Sore tadi kuminum lagi hingga dua pertiga botol itu, seluruh sakit itu sirna.. sirna... sirna,.. sirna...

Tinggallah tubuh ku bagai habis dicabut nyawa, lemah lesu bagai ada gunung besar yg dibebankan padaku dan telah dicabut..

Ah… 1000x Alhamdulillah. , selamat jalan guru agung… hamba tetap meneruskan perjuanganmu,

sebelum magrib aku sudah rapat dg kordinator utama di ruang kerja di markas pusat untuk merencanakan dan membahas acara 12 rabiul awal (26 feb mendatang).
Selesai… kita terus berjuang…..!
WASSALAM


Sungguh bahagia rasanya mendengar berita tersebut, Semoga Allah Subhanahu Wata'ala selalu memberikan kesehatan kepada guruku tercinta. Amin ya Robbal Alamin .

2 comments:

augmented said...

Wahai ALLAH berilah beliau kesehatan angkatlah seluruh penyakit dari tubuhnya..amin ya Robbal Alamin .

January 10, 2010 at 2:35 AM
saduni said...

YA Allah Ya Rahman Ya Rahim sabarkan hati guru,keluarga dan jama'ah atas penyakitanya dan angkat semua penyakitnya agar bisa meneruskan perjuangan Nabi Muhammad SAW Amien YA Robbal Allamien

January 17, 2010 at 10:51 PM

Post a Comment